Skip to main content

It consists of milk at a spa facial treatments




no longer consumes only ASI by infants. As a result of this work it is certainly more children later who did not suckle from its mother. Milk infant while breastfeeding mother is gone to the salon for a facial spa treatments.


not too long ago in the United States, and many bodybuilders who consume milk in order to gain muscle faster and perfection. Kamal is not the only objects in the bathrooms, which are located in Chicago, Illinois, United States of America, it offered the Italian Space Agency in a beauty salon. Aim to provide beauty care ( face ) to use the nutrients in breast milk.

beauty care centers called ` mud facial bar ` existing face several offers for USD $ 40, or nearly US $ 528,000. At the same time, to invite the attention of the face of the above bonus with a $ 10 or almost 132 thousand dollars, as quoted from OddityCentral pages.


before being applied to the face, breast milk mixed with white clay. Then, the mixture is applied to the face and left to dry. However, the unique treatments allegedly being able to make the skin turn out to be as smooth as the bottom of the fetus.


inspiration using ASI acquired by the founder beauty spa, Shama Patel , when he learned that mothers use breast milk alone to care for their skin case. Results obtained are very quick and efficient.


“ASI does have benefits. ASI exists to protect the child and to stimulate the child’s immune system so that it includes anti-bacterial and anti-mold,” he said Fedotova us, the founder of the Association of Skin Care entirely.


ASI used by the resort were obtained from milk banks certificate so that, of course, more persuasive and more secure. How? Although it seems a little crazy, with the benefits provided, and you tend to try these cosmetic treatments using milk? What about your child if it was given more milk today?




ASI dibuat menjadi spa perawatan wajah
mother was giving milk to her child



It consists of milk at a spa facial treatments

Popular posts from this blog

Ungkapan Cinta Di 17 September Mimpi Cinta

Mimpi memang selalu menghibur, menakutkan, menyedihkan atau biasa saja. Begitu juga ketika saya bermimpi tentangmu di siang bolong. Ya, saya memimpikan kau di siang bolong. Aku bermimpi setelah kira-kira beberapa hari saya memberimu pertanyaan via Facebook, “Biasa tidak mengamalkan ilmunya?” Mimpi itu hadir menemani tidur siangku. Mimpi yang membuatku sedih. Apakah mimpi perihal saya pun hadir dalam tidurmu? Aku mengharapkan itu terjadi pada tidurmu walau hanya satu kali dalam hidupmu. Waktu seakan terulang kembali jika sudah masuk dalam dunia mimpi. Aku bermimpi mengenai kita yang terkumpul kembali dalam dunia sekolah. Namun dunia sekolah yang berbeda. Dalam memimpikan dirimu, saya memendam rasa padamu. Teringat kembali reaksi perasaanku waktu masih sekolah dulu. Ya, ada bisikan perasaan khusus padamu waktu masih sekolah walau kau pun tidak tahu. Mimpi bersamamu itu bermain diantara tiga daerah sekaligus. Ibaratnya kita sedang bermain teknik hilang-hilangan yang begitu cepat berga...

Puisi Patah Hati - Selamat Tinggal Cinta

Selamat Tinggal Cinta Kau campakkan aku.. kedalam puing-puing hatiku dalam kesetiaanku.. kau lukaiku dengan khianatmu Aku mencoba selalu menjadi yang terbaik mencoba selalu menjadi bidadari hatimu namun semua sia-sia belaka alasannya yakni cintamu cinta buaya.. bagimu saya hanyalah setitik debu yang tak berarti di hamparan pasir kenangan bagus kita dahulu hanya menyerupai bisikan angin yang berlalu Selamat tinggal cinta.. Selamat tinggal semua dongeng kita Kan kujalani hidupku.. dengan sayatan luka di dalam jiwa. Demikian puisi patah hati kali ini, agar menginspirasi pembaca. Sumber http://eposlima.blogspot.com

Cerita Cinta - Sebening Embun

Sebening Embun Embun. Aku memanggilnya embun. Titik – titik air yg jatuh dari langit di malam hari dan berada di atas dedaunan hijau yang membuatku tenang berada di taman ini, menyerupai tenang nya hatiku ketika berada disamping wanita yang sangat saya kagumi, embun. “ngapain membisu di situ, ayo sini rei…” teriakan embun yang memecahkan lamunanku. Aku lalu menghampirinya, dan tersenyum manis dihadapan nya. “gimana kabarmu embun?” “seperti yang kau lihat, tak ada kemajuan. Obat hanyalah media yang bertujuan memperparah keadaanku. Dan lihat saja ketika ini, saya masih terbaring lemah dirumah sakit kan?”, Keluhnya. “obat bukan memperparah keadaanmu, tapi mencegah rasa sakitnya. Embun,, kau harus optimis ya”. “hei rei, saya selalu optimis. Kamu nya aja yang cengeng. Kalo jenguk saya pasti kau mau nangis,, iya kan? Udahlah rei,,, saya udah terima semua yang di takdirkan Tuhan,, dan saatnya saya untuk menjalaninya, kau jgn khawatir, saya baik-baik aja kok”. Benar kata embun, ...