Skip to main content

Buktikan Cinta dengan Menjadi Bapak Rumah Tangga -

Buktikan Cinta dengan Menjadi Bapak Rumah Tangga - Bila memang pembuktikan rasa cinta pria harus berkorban menjadi “Bapak Rumah Tangga”, kenapa tidak? Ekonomi dan jabatan bukan simbol kemajuan seseorang. Maju atau tidaknya seseorang bergantung tingkat ilmu dan pengamalan ilmu. Nah, siapa yang paling pertama berhak mendapat perhatian berupa ilmu dari kita? Tentu diri kita sendiri dan keluarga sebagai wujud cinta.

Buktikan Cinta dengan Menjadi Bapak Rumah Tangga

Hidup itu sederhana, bagaimanapun maju seseorang, tetap hanya akan menjadi kenangan. Sebuah kemajuan besar dalam hal cinta kalau mau berkorban supaya menjadi “Bapak rumah Tangga”. Bila ada orang yang masih menganggap bahwa kemajuan, kesuksesan yaitu dinilai dari materi, maka itu sebuah kebodohan. Karena mampu jadi, maju atau tidak maju dalam hal bahan alasannya memang sebuah selera bukan menang-kalah persaingan.

Bila kita berfokus untuk memilih rumah tangga di masa informasi, itu artinya peluang meningkatkan kualitas diri dan karir akan lebih besar untuk mampu kita raih. Era isu membuat acara di rumah membuahkan hasil yang terbilang bagus. Layanan internet menjadi alat komunikasi antar daerah, lintas tempat dan lintas negara.

Bodoh sekali kalau ada wanita yang lebih mementingkan cinta karir daripada cinta keluarga. Karena menyerupai yang kita tahu, mengurusi karir berarti mengurusi rumah tangga orang lain kalau tempat berkarir wanita yaitu milik orang lain. Itu artinya, lebih cinta keluarga orang lain demi uang dan jabatan daripada cinta keluarga tanpa pamrih. Bila memang taraf ekonomi sudah dianggap mencukupi yang berasal dari suami, kenapa harus kerja? Lebih baik berinvestasi dan menjalankan usaha dengan rumah sebagai kantor.

Sebuah konflik relasi cinta dalam lingkup rumah tangga yaitu dikala suami-istri sama-sama kerja, dikala keduanya sama-sama berangkat dari kerja pagi hingga pulang malam dan meninggalkan buah hati mereka. Ini sebuah konflik cinta rumah tangga namun selalu mereka tutupi dengan kata “yang penting saling melengkapi, saling rela, saling cinta dll”. Saya berani jamin 80%, ini menjadi bom waktu, sewaktu-waktu akan meledak kalau tidak dimatikan. Harus ada yang memantikan bom waktu dengan cara ada yang mengalah.

Lalu kalau pria menyerah untuk tidak bekerja dan memilih rumah tangga, apakak pantas? Pantas atau tidak pantas, buktikan saja sebagai rasa cinta pria pada istri. Nanti kalau pria memiliki keberhasilan dalam rumah tangga, yang menangis nyesel yaitu seorang istri yang sudah berjasa melahirkan anak-anak. Karena pada hakekatnya jiwa seorang istri yaitu jiwa ibu rumah tangga walau bagaimanapun seorang istri berkarir hingga tidak peduli keluarga. Tentu, jiwa seorang pria yaitu pengayom keluarga terutama dalam hal melindungi kesetiaan cinta keluarga.

Saya percaya, seorang wanita memiliki rasa ingin “mengikuti” kemanapun suami pergi, kalau memang wanita itu sudah larut dalam cinta pada pria yang sebagai kekasih resminya. Jangankan wanita, pria saja rela mengikuti kemanapun wanita pergi demi bukti rasa cintanya. Apalagi seorang wanita yang ditakdirkan memiliki kekuatan “perasaan”, maka benar-benar akan hanyut mengikuti arah pria yang dicintainya kalau perasaan wanita itu sudah besar lengan berkuasa memiliki rasa cinta pada suami. Sampai sering wanita bersikap tak berdaya oleh cinta walau arah langkah suami terlihat tidak benar dan berkata, “Yang penting aku cinta dan merasa nyaman”.

Itu artinya, dikala seorang pria berkata, “Saya rela menjadi bapak rumah tangga dan menanggalkan pekerjaan aku walau sebagai direkur demi perkembangan bawah umur kita. Mohon pertimbangkan kerelaan aku ini”, aku berani menjamin 70% seorang wanita akan merasa tersentuh dan berpikir ulang dalam mempertahankan karir dan lebih memilih menjadi ibu rumah tangga.

Buktikan rasa cinta anda kepada istri dengan berkata, “Saya siap menjadi bapak rumah tangga demi rasa cinta padamu dan cinta bawah umur kita”. Ketika sudah berkata menyerupai ini dan membuktikannya, yang memiliki penyesalan terbesar dikala suami tidak bekerja lagi - di perusahaan bergaji besar  - yaitu seorang istri. Saya percaya kekuatan perasaan wanita dikala sudah terperangkap cinta suami. Sebelum seorang wanita menyesal alasannya suami telah keluar dari perusahaan bergaji besar, lebih baik seorang wanita diberi pertimbangan akan tawaran ini.
Sumber http://mutiaracintax.blogspot.com/

Popular posts from this blog

Ungkapan Cinta Di 17 September Mimpi Cinta

Mimpi memang selalu menghibur, menakutkan, menyedihkan atau biasa saja. Begitu juga ketika saya bermimpi tentangmu di siang bolong. Ya, saya memimpikan kau di siang bolong. Aku bermimpi setelah kira-kira beberapa hari saya memberimu pertanyaan via Facebook, “Biasa tidak mengamalkan ilmunya?” Mimpi itu hadir menemani tidur siangku. Mimpi yang membuatku sedih. Apakah mimpi perihal saya pun hadir dalam tidurmu? Aku mengharapkan itu terjadi pada tidurmu walau hanya satu kali dalam hidupmu. Waktu seakan terulang kembali jika sudah masuk dalam dunia mimpi. Aku bermimpi mengenai kita yang terkumpul kembali dalam dunia sekolah. Namun dunia sekolah yang berbeda. Dalam memimpikan dirimu, saya memendam rasa padamu. Teringat kembali reaksi perasaanku waktu masih sekolah dulu. Ya, ada bisikan perasaan khusus padamu waktu masih sekolah walau kau pun tidak tahu. Mimpi bersamamu itu bermain diantara tiga daerah sekaligus. Ibaratnya kita sedang bermain teknik hilang-hilangan yang begitu cepat berga...

Puisi Patah Hati - Selamat Tinggal Cinta

Selamat Tinggal Cinta Kau campakkan aku.. kedalam puing-puing hatiku dalam kesetiaanku.. kau lukaiku dengan khianatmu Aku mencoba selalu menjadi yang terbaik mencoba selalu menjadi bidadari hatimu namun semua sia-sia belaka alasannya yakni cintamu cinta buaya.. bagimu saya hanyalah setitik debu yang tak berarti di hamparan pasir kenangan bagus kita dahulu hanya menyerupai bisikan angin yang berlalu Selamat tinggal cinta.. Selamat tinggal semua dongeng kita Kan kujalani hidupku.. dengan sayatan luka di dalam jiwa. Demikian puisi patah hati kali ini, agar menginspirasi pembaca. Sumber http://eposlima.blogspot.com

Cerita Cinta - Sebening Embun

Sebening Embun Embun. Aku memanggilnya embun. Titik – titik air yg jatuh dari langit di malam hari dan berada di atas dedaunan hijau yang membuatku tenang berada di taman ini, menyerupai tenang nya hatiku ketika berada disamping wanita yang sangat saya kagumi, embun. “ngapain membisu di situ, ayo sini rei…” teriakan embun yang memecahkan lamunanku. Aku lalu menghampirinya, dan tersenyum manis dihadapan nya. “gimana kabarmu embun?” “seperti yang kau lihat, tak ada kemajuan. Obat hanyalah media yang bertujuan memperparah keadaanku. Dan lihat saja ketika ini, saya masih terbaring lemah dirumah sakit kan?”, Keluhnya. “obat bukan memperparah keadaanmu, tapi mencegah rasa sakitnya. Embun,, kau harus optimis ya”. “hei rei, saya selalu optimis. Kamu nya aja yang cengeng. Kalo jenguk saya pasti kau mau nangis,, iya kan? Udahlah rei,,, saya udah terima semua yang di takdirkan Tuhan,, dan saatnya saya untuk menjalaninya, kau jgn khawatir, saya baik-baik aja kok”. Benar kata embun, ...