Skip to main content

Cerita Lucu - Tentara Dan Rudalnya

Tentara Dan Rudalnya
Dalam suatu inspeksi pada sebuah upacara pada suatu kompi, Sang Komandan Kompi memeriksa satu persatu prajuritnya dalam satu barisan.

Pas tiba di depan prajurit 1, tiba tiba.....PLAAKK..!
prajurit itu ditempeleng pipinya oleh sang komandan :

Komandan : "Apa kau merasa Sakit?"
Prajurit 1 : "Siiaapp ! Tidaaak, Komandaaan.. !"
Komandan : "Bagus, Kenapa kau tidak sakit?"
Prajurit 1 : "Siaapp, Komandaaan.. !, Sebab jiwa raga ini, aku bhaktikan untuk Negara."

Kemudian Komandan bergeser ke prajurit satunya, dan tiba tiba... BUUGH...!
si prajurit itu di pukul pada episode dadanya :

Komandan : "Apa kau merasa sakit ?"
Prajurit 2 : "Siiaaapp ! Tidak Komandaaaan.... !"
Komandan : "Bagus.. !, Kenapa Tidak Sakit.. ?"
Prajurit 2 : "Siiaapp, Komandan.. !... Karena dada ini milik Negara.. !"

Dan tibalah sang Komandan pada Prajurit 3, lalu DIIEEGG.. ! Sang Komandan yg bermaksud memukul perutnya "kelepasan" malah kena "Senjata Rudal" nya.
karuan saja sang Prajurit, meringis kesakitan sambil megangin barangnya....

Komandan : "Apa Kamu merasa sakit ?"
Prajurit 3 : "SSSSAAAAKKIIITTT....Ndaaan.. . !
Komandan : "Kenapa Sakit ..?"
Prajurit 3 : "Kkkkaaareeennnaaa Barang ini MILIK ISTRI SAYA... Ndaaaaannn.."

Demikian cerita lucu kali ini, biar menghibur pembaca ...
Sumber http://eposlima.blogspot.com

Popular posts from this blog

Ungkapan Cinta Di 17 September Mimpi Cinta

Mimpi memang selalu menghibur, menakutkan, menyedihkan atau biasa saja. Begitu juga ketika saya bermimpi tentangmu di siang bolong. Ya, saya memimpikan kau di siang bolong. Aku bermimpi setelah kira-kira beberapa hari saya memberimu pertanyaan via Facebook, “Biasa tidak mengamalkan ilmunya?” Mimpi itu hadir menemani tidur siangku. Mimpi yang membuatku sedih. Apakah mimpi perihal saya pun hadir dalam tidurmu? Aku mengharapkan itu terjadi pada tidurmu walau hanya satu kali dalam hidupmu. Waktu seakan terulang kembali jika sudah masuk dalam dunia mimpi. Aku bermimpi mengenai kita yang terkumpul kembali dalam dunia sekolah. Namun dunia sekolah yang berbeda. Dalam memimpikan dirimu, saya memendam rasa padamu. Teringat kembali reaksi perasaanku waktu masih sekolah dulu. Ya, ada bisikan perasaan khusus padamu waktu masih sekolah walau kau pun tidak tahu. Mimpi bersamamu itu bermain diantara tiga daerah sekaligus. Ibaratnya kita sedang bermain teknik hilang-hilangan yang begitu cepat berga...

Puisi Patah Hati - Selamat Tinggal Cinta

Selamat Tinggal Cinta Kau campakkan aku.. kedalam puing-puing hatiku dalam kesetiaanku.. kau lukaiku dengan khianatmu Aku mencoba selalu menjadi yang terbaik mencoba selalu menjadi bidadari hatimu namun semua sia-sia belaka alasannya yakni cintamu cinta buaya.. bagimu saya hanyalah setitik debu yang tak berarti di hamparan pasir kenangan bagus kita dahulu hanya menyerupai bisikan angin yang berlalu Selamat tinggal cinta.. Selamat tinggal semua dongeng kita Kan kujalani hidupku.. dengan sayatan luka di dalam jiwa. Demikian puisi patah hati kali ini, agar menginspirasi pembaca. Sumber http://eposlima.blogspot.com

Cerita Cinta - Sebening Embun

Sebening Embun Embun. Aku memanggilnya embun. Titik – titik air yg jatuh dari langit di malam hari dan berada di atas dedaunan hijau yang membuatku tenang berada di taman ini, menyerupai tenang nya hatiku ketika berada disamping wanita yang sangat saya kagumi, embun. “ngapain membisu di situ, ayo sini rei…” teriakan embun yang memecahkan lamunanku. Aku lalu menghampirinya, dan tersenyum manis dihadapan nya. “gimana kabarmu embun?” “seperti yang kau lihat, tak ada kemajuan. Obat hanyalah media yang bertujuan memperparah keadaanku. Dan lihat saja ketika ini, saya masih terbaring lemah dirumah sakit kan?”, Keluhnya. “obat bukan memperparah keadaanmu, tapi mencegah rasa sakitnya. Embun,, kau harus optimis ya”. “hei rei, saya selalu optimis. Kamu nya aja yang cengeng. Kalo jenguk saya pasti kau mau nangis,, iya kan? Udahlah rei,,, saya udah terima semua yang di takdirkan Tuhan,, dan saatnya saya untuk menjalaninya, kau jgn khawatir, saya baik-baik aja kok”. Benar kata embun, ...